Review Pengirim Selembut Angin by Rudiyant

Pengirim Selembut Angin

Penulis: Rudiyant
Penerbit: Kunci Aksara
ISBN: 9786023040247
Halaman: 200 Hlm


Sinopsis


Tanpa ada yang menyangka atau menyadari, ternyata Asrama baru ini adalah tempat atau pos untuk pengiriman paket-paket kematian atas nyawa gadis-gadis cantik itu. Satu persatu terkirim keakhirat tanpa sadar atau tahu siapa pengirim dan alasannya. Dan ketika mereka mulai menyadarinya, ternyata sang Pengirim pun sudah menetapkan kalau mereka yang tersisa inilah yang harus dia kirimkan ke alam baka menyusul yang lainnya.


So, kali ini gue bakal balik lagi ke buku horror, setelah kemarin sempat baca buku genre lain. Novel Pengirim ini gue beli sebenernya udah hampir dua minggu dan cuma sehari doang udah selesai dibaca sebenernya, tapi ya karena liburan, baru bisa di post sekarang reviewnya.

Novel karya Rudiyant ini berkisah tentang Gadis-gadis Calon TKW sebuah agensi yang harus pindah ke asrama yang baru karena kontrak mereka dengan asrama lamanya telah usai dan tidak dapat diperpanjang. Karena desakan waktu, mereka akhirnya memilih sebuah tempat yang sedikit terpencil.

Nah ditempat inilah kisah utamanya dimulai, gue suka banget sama gaya bahasa penulis nya, gimana cara penulisnya membangun suasana menegangkan hingga ngebuat gue gampang terbawa masuk kedalam cerita. Seolah gue ada disana dan ngeliat sebagai spectator gitu. hehe

Nah, main idea dari novel ini juga keren, gimana membuat sebuah cerita seru dan menegangkan hanya dengan satu setting tempat doang. Tapi, jalan cerita nya yang kurang gue suka dari novel ini, ya seperti pelakunya yang gampang ditebak, tetapi justru membingungkan.

Maksud gue gini, sebelum chapter enam belas, ada sekitar 5 orang yang udah pasti salah satunya adalah pelaku dan mereka udah gue tandain, membingungkan karena ga ada clue atau petunjuk di chapter awal hingga lima belas. Kalau udah chapter enam belas sampe habis, itu mah udah semakin gampang ditebak pelakunya. Yah, pelakunya memang orang yang tidak disangka. Ada pertanyaan lain yang masih buat gue penasaran tapi kalau gue buat pertanyaannya disini, ceritanya ga seru lagi. Jadi biar gue simpan aja rasa ini #asik.

Oh iya, satu lagi yang kurang gue suka adalah tentang “penasaran mengalahkan segalanya”. Dinovel ini terlalu banyak jalan cerita yang menggunakan kata “penasaran mengalahkan rasa takut, hingga ia berani… bla bla bla” nah, sebenarnya ga mungkin selalu rasa takut bisa dikalahkan, gue yakin penulis pasti tau, tapi entah sebagai penegasan atau apa, kalimat seperti diatas itu seperti “pemaksaan” agar ceritanya jalan atau semacamnya, yang jelas buat gue itu jadi ga menarik.

Overall, buku ini cukup bagus dan recommended dari gue dengan nilai 3,5/5 . Desain covernya itu gue ketahui sebagai topeng yang benar-benar didesain khusus. Ya, ide cerita novel ini tercipta untuk sebuah film, bahkan sudah ditulis skenarionya. Tetapi karena batal diangkat ke layar lebar, skenario dikembangkan dan diubah menjadi sebuah novel. Penulis yang ingin punya ciri khas sendiri dalam novelnya mendesain sendiri topeng itu agar dapat diingat oleh orang-orang. Last, terima kasih sudah membaca ataupun buat yang ngeliat liat doang. 🙂 hehe

This entry was posted in Review.

Leave a Reply