Review Here We Are by Ungu Lianza

Here We Are

Penulis: Ungu Lianza
Penerbit: Ping!!
Halaman: 212 hlm
ISBN: 9786022556169
Harga: Rp. 36.000


Sinopsis


Kisah tiga sahabat, Aini, Dito, dan Ari. Akhir-akhir ini , persahabatan mereka renggang. Aini sedang membutuhkan uang untuk mamanya yang sakit parah. Dia nggak berani cerita pada teman-temannya karena dua sahabatnya itu juga sedang bermasalah. Sedangkan keluarga Ari terlilit utang pada rentenir. Mereka terancam menjadi gelandangan. Sementara Dito yang sebenarnya anak pengusaha kaya menjadi pencandu sabu-sabu. Ia melakukannya untuk membalas kelakuan papanya.

Hmm, it’s complicated. Gimana mereka mencari jalan keluar akan permasalahan masing-masing? Let’s see.

“Love comes and goes…, but friendship stays.”


Well, actually, it’s not my kind of book. But, my sister recomended this book to me and i read it. Kesan pertama pas dikasih buku ini itu pastinya agak males gitu, tapi ternyata gue salah. Kenapa? Well, let’s discuss about this book. Start from the Cover, Cover buku ini mengisyaratkan tiga tokoh utama dalam cerita yang merupakan sahabat baik. Nothing’s special.

Menceritakan tentang tiga sahabat yakni Dito, Ari, dan Aini. Dito seorang anak orang kaya, namun broken home karena Dito menyangka bahwa Papanya telah membuat Mama nya menjadi gila, Ia pun terjebak kedalam dunia gelap seperti Narkoba. Sedangkan Ari adalah anak dari keluarga sederhana yang terlilit hutang terhadap rentenir, dan Aini, dimana mama nya sedang sakit parah dan harus segera di operasi.

Awal kisah dari Novel ini cukup jelas dengan mendeskripsikan tentang seluruh tokoh namun tidak secara langsung, jadi pembaca masih ga tau banyak tentang tokohnya. Semakin lanjut membaca, alur cerita mulai jelas dan konflik mulai muncul. Main Idea dari cerita ini sebenernya bisa dibilang cukup mainstream di film-film atau buku sekalipun, yakni tentang Persahabatan. Tapi, disini penulisnya berhasil menyajikan alur yang berbeda. Yang gue maksud dengan cukup mainstream ya dari kisah tentang sahabat, yang kaya pasti broken home, yang miskin nya pinter, kurang lebih begitu. Nah, yang gue maksud dengan berbeda disini karena disini story nya itu bener bener fokus ke Persahabatannya.

Dengan fokus tersebut telah menjadi nilai plus tersendiri terhadap Novel ini. Overall, This novel seems to be a recommended novel to a girl rather boy. Karena biasanya sih ya yang ada sahabatan sampe kaya gini banget itu cuma cewe, dan disini mereka bisa belajar gimana sih sahabat itu sebenernya. Gue kasih 3,5/5 untuk buku ini. Thanks for anyone who read it or just scrolling up and down here! 😀

This entry was posted in Review.

One comment

Leave a Reply