Select Page

Gerbang Dialog Danur

Penulis: Risa Saraswati
Penerbit: bukune
Halaman: 236 hlm
ISBN: 978-602-220-150-0


Sinopsis


Jangan heran jika mendapatiku sedang bicara sendirian atau tertawa tanpa seorang pun terlihat bersamaku. Saat itu, mungkin saja aku sedang bersama salah satu dari lima sahabatku.

Kalian mungkin tak melihatnya. Wajar. Mereka memang tak kasat mata dan sering disebut… hantu—jiwa-jiwa penasaran atas kehidupan yang dianggap mereka tidak adil.

Kelebihanku dapat melihat mereka adalah anugerah sekaligus kutukan. Kelebihan ini membawaku ke dalam persahabatan unik dengan lima anak hantu Belanda. Hari-hariku dilewati dengan canda Peter, pertengkaran Hans dan Hendrick dua sahabat yang sering berkelahi, alunan lirih biola William, dan tak lupa; rengekan si Bungsu Johnsen.

Jauh dari kehidupan “normal” adalah harga yang harus dibayar atas kebahagiaanku bersama mereka. Dan semua itu harus berubah ketika persahabatan kami meminta lebih, yaitu kebersamaan selamanya. Aku tak bisa memberi itu. Aku mulai menyadari bahwa hidup ini bukan hanya milikku seorang….

Namaku Risa. Aku bisa melihat ‘mereka’


Danur, buat yang ga tau apa itu (padahal gue juga ngga tau sih), jadi gue kutip dari detik.com , Danur ialah air yang muncul dari jasad makhluk hidup yang telah mati dan membusuk. Kebayang ga gimana baunya? Ya kaya gitu deh yang harus dirasakan oleh Risa, sang Tokoh di dalam buku ini.

Tapi sebelum ngebahas itu, kita bahas bukunya dulu ya. Buku ini kalau gue ga salah sih kayanya adalah versi Repackaged dari buku Danur pada tahun 2012 lalu, yaa.. tahun segitu mah tahun dimana gue masih alay-alay-an di facebook, jadi ya gue kurang tau juga soal buku Danur itu, tapi basically sama aja deh sama yang baru ini.

Ngebahas buku mengenai kisah seorang indigo seperti ini sejujurnya ngebuat gue menjadi terbagi dua. Disatu sisi, gue dituntut untuk bisa memahami pola pikir indigo itu sendiri jadi ntar gue tau gimana review yang tepat, nah disisi lain gue sendiri bisa dibilang sih beruntung belum pernah ngeliat yang “begituan”. “Begituan” disini ya makhluk-makhluk yang hanya bisa dilihat mereka, bukan yang lain ya! Jangan ngeres! Jadi ya gue masih kurang percaya dengan kelebihan seperti itu.

Balik lagi ke bukunya, cover buku ini menggambarkan mengenai main story of the book nya ya, yakni persahabatan nggak wajar antara manusia dan hantu. Yang mana berkisah mengenai Risa, seorang anak manusia yang memiliki 5 orang sahabat yakni anak-anak Belanda yang sudah tidak bernyawa lagi.

Kesan Horror hampir ga kerasa–bagi gue, saat ngebaca buku ini. Walaupun bergenre horror tetapi kisah-kisah yang dikisahkan di dalem buku ini bener-bener ngerubah pandangan kamu terhadap sisi lain dunia. Buku horror ini bukan bertujuan manakut-nakuti pembaca sih jadinya, ditambah lagi buku ini lebih seperti memoar atau catatan/kisah mengenai kehidupan seseorang.

Dibuku ini ada banyak kisah-kisah mereka, hantu, yang bisa kalian ambil hikmahnya. Terumatama kisah Danur Kasih yang bener-bener ngebuat gue kesel, sedih, dan bahagia dalam satu waktu yang sama. Dasarnya sih semua kisah di buku ini ada hikmah yang pasti bakal kalian ambil, sama seperti buku-buku indigo lainnya.

And this book got 3,5 stars from me. Kelebihan dari buku-buku indigo kaya gini sih pastinya dari sisi makna dan hikmah yang bisa diambil, tetapi kelebihan itu juga yang jadiin ini kekurangannya menurut gue. Ngerti maksud gue? ngga? Ya balik lagi, konsep buku-buku indigo itu kurang lebih sih bakalan sama semua, yakni nyeritain kisah hidup mereka yang pernah hidup, hanya saja dengan cara yang berbeda. So far, gue belum ada nemuin buku indigo yang berbeda konsep. Kalau tau, bisa kali berbagi ke gue. Thanks!

EDITED: Buku ini kini diangkat menjadi Film. Silahkan kunjungi social media kak Risa Saraswati untuk info lebih lengkap.

Free WordPress Themes, Free Android Games