Aksi 411 sebagai suatu Partisipasi Politik

Source: http://www.qureta.com/sites/default/files/styles/foto_naskah/public/1524411demo-4-november-2016780×390.jpg?itok=8BPrel0g

Aksi 411 sebagai suatu Partisipasi Politik

Sebuah Analisis dibuat untuk mata kuliah Dasar-Dasar Ilmu Politik, FISIP Univ. Riau

Pada 4 November 2016, Indonesia bergejolak. Hal ini dikarenakan ribuan massa yang tumpah ruah kejalan diseluruh pelosok tanah air. Penyebabnya adalah pernyataan kontroversial Basuki Tjahaja Purnama saat memberikan sambutan di Kepulauan Seribu. MUI pun mengeluarkan sebuah fatwa yang menyebut calon gubernur petahana yang akrab disapa Ahok ini telah melakukan penistaan terhadap Agama. Ahok pun dilaporkan ke kepolisian. Tokoh-tokoh islam, dan mereka yang melabeli dirinya sebagai Gerakan Nasional Pembela Fatwa MUI menggelora untuk mendesak kepolisian agar menangkap Ahok. Mereka menuntut agar kepolisian bisa menyelesaikan kasus Ahok ini dengan cepat.

Lalu sebagian masyrakat, terutama mahasiswa akan muncul pertanyaan dari mereka, apa sih yang dilakukan mereka ini? Nah, sebagian orang tentu akan dengan mudah menjawab bahwa mereka melakukan Demonstrasi untuk menyuarakan aspirasinya. Tapi kini, Aksi 411 ini akan dibahas dari sudut pandang yang berbeda. Yakni partisipasi politik yang dilakukan oleh para peserta aksi. Mengenai hal ini, haruslah kita kembali dahulu mengenai politik itu sendiri.

Miriam Budiarjo mengartikan politik sebagai usaha-usaha untuk mencapai kehidupan yang baik. Yang mana jika maknanya ditelaah lebih luas, bisa dikatakan bahwa segala bentuk usaha yang dilakukan seseorang untuk mencapai tujuannya, merupakan sebuah kegiatan politik. Bahkan itu berarti bahwa setiap kegiatan yang kita lakukan adalah politik.

Namun hal tersebut masih kurang merepresentasikan ‘politik’ yang banyak dimengerti oleh khalayak. Politik lebih erat jika dikaitkan dengan pemerintahan. Karena itu Miriam Budiarjo menuliskan Partisipasi Politik merupakan kegiatan seseorang atau kelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik dengan cara memilih pemimpin negara dan secara langsung atau tidak langsung, mempengaruhi kebijakan pemerintah. Namun karena luasnya ranah politik itu sendiri, partisipasi masyarakat dapat pula ditinjau dari aspek lain dimana masyarakat terlbiat dalam semua tahap kebijakan.

Dalam kasus 411, keterlibatan dilakukan secara non-konvensional yakni Demonstrasi. Masyarakat, yakni peserta aksi, menilai ada sesuatu yang salah ditengah kehidupan sosial. Sesuatu itu adalah dugaan penistaan agama tersebut. Dan masyrakat pun berpartisipasi dalam ‘mengatasi’ sesuatu yang dinilai salah tersebut. Dan para pemimpinnya adalah pemerintah dan kepolisian yang menangani kasus ini. Masyarakat terlibat dalam mempengaruhi kepolisian dalam proses hukum ini. Namun disini perlu digarisbawahi bahwa mempengaruhi bukan berarti mengintervensi hukum. Bahkan Presiden Jokowi sendiri mengatakan bahwa ia tidak berani untuk melakukannya. Mempengaruhi disini berarti mereka ‘memaksa’ kepolisian bekerja lebih cepat dan transparan kasus hukum ini.

Hasilnya, pemerintah dan kepolisian berjanji akan menyelesaikan gelar perkara kasus ini dalam 2 minggu. Dan itulah bentuk nyata dari partisipasi politik peserta aksi. Mereka sebagai masyarakat turun berperan dalam ‘mempengaruhi’ kebijakan penguasa.


Reference:

  • Buku Dasar-dasar Ilmu Politik oleh Miriam Budiarjo
  • Detikcom (detik.com)
  • Vivanews (viva.co.id)
  • Metrotvnews (metrotvnews.com)
This entry was posted in Issues.

Leave a Reply