Volunteer Lyfe part one: Mukadimah!

Being a volunteer is definitely one of the greatest thing I’ve ever done.

The day i got back to Pekanbaru, i received ton of questions regarding my volunteer lyfe. So i decided to write this in case you guys are interested on my story. Volunteer Lyfe for some people is just an ordinary thing. So I tried to bring a new perspective since I came from outside of Java Island, where volunteering is not a common thing and rarely seen. It has no other intention rather than sharing my story. Hoping that it can inspire you too! Wish you guys enjoy this story as much as i enjoy the Volunteer Lyfe itself.


Volunteer in action!

Hari itu cukup melelahkan, dikejar oleh tugas yang tak henti-hentinya menghantui seperti kamu yang gak henti-hentinya muncul di timeline aku. Hadeehh. Jadi aku putusin buat istirahat bentar dari tugas dan mainin HP deh. Scrolling timeline sampai layar HP jadi licin, tap-tap, tap-tap, buka story, swipe-swipe, swipe-swipe, and hold. Yap. Story temen aku, Dhiya Ulhaq, muncul dan ingetin ke aku kalau ternyata Asian Games 2018 sedang merekrut Volunteer dan parahnya lagi: deadline-nya tinggal 4 hari lagi. Ya, aku udah ikutin perkembangannya dari akhir tahun gitu. Jauhhh sebelum pendaftaran dibuka. Terus juga baca berita kalau udah dibuka, tapi cuek-cuek sampai akhirnya kelupaan dah sama doi.

Balik lagi kalau tadi aku inget lagi kalau ternyata 5 Maret 2018, pendaftaran online untuk seleksi administrasi awal itu bakalan tutup! Okay… keep calm. I tried to remind myself back then. Nah, tepat setelah itu aku akhirnya makin panik lagi karena ternyata 5 Maret itu hari Senin, cuy! Tau apa artinya gak? Artinya aku berarti cuma punya sisa 2 hari lagi untuk nyelesain semua berkas karena untuk berkas SKCK aku belum ada dan ga bisa dibuat weekend kan. Hari itu Kamis dan besoknya udah Jumat, jadi kalau mau selesai, aku emang harus ngejar untuk ngebuat SKCK di hari Jumat dong. TAPI ternyata hari Jumat ada dua mata kuliah. Sadis banget dah ini ada aja yang menghalangi aku dan doi pendaftarannya mulu. Lalu karena tidak ingin terus menjalani kehidupan flat ini, aku putuskan buat tipsen ―Lord, pls forgive me― ke teman di hari Jumat untuk ngurusin SKCK. Ga inget juga sih mereka tanda tanganin atau gak. Tapi kalau iya, dan kamu baca ini, makasih ya.

Guys, you know what? Keputusan buat ngerelain dua mata kuliah itu salah satu keputusan terbaik yang pernah aku ambil. Well.. yang aku lakuin ga baik sih, namanya tipsen kan. Tapi keputusan itu menjadi awal salah satu momen paling keren dalam hidup aku dong. Kenapa? Ya nanti diceritain. Sabar. Harus sesuai timeline biar ngerti. Supaya ga kaya kodok ntar lompat-lompat. Bukan film Memento juga nih, maju-mundur. Jadi setelah mukadimah tadi, ayo kita akan mulai perjalanan Volunteer Lyfe nya!

–tbc.

Leave a Reply