Volunteer Lyfe part four: Nilai Keolahragaan!

Hello, pembaca yang budiman! Saatnya melanjutkan Volunteer Lyfe edisi ke-empat nih. Pada edisi sebelumnya, aku udah menceritakan banyak hal soal Psikotesnya. Setelah Psikotes berakhir, ya akhirnya kembali menunggu lagi deh. Satu hal yang lupa aku sampaikan kemarin, bahwa tahap Psikotes ini masih masuk tahapan seleksi gitu. Jadi aku berangkat aja dengan keraguan, tapi yakin. Bingung kan? Aku ragu karena ini masih Fifty-fifty chance, tapi aku lumayan yakin karena yang diterima banyak banget. Yakin bakalan keselip gitu nama aku diantara ribuan yang terpilih. Hehe

Kembali ke kisahnya, setelah Psikotes yakni proses menunggu lagi. Jadi dari tanggal 2 Mei itu aku dipaksa untuk menunggu pengumuman selanjutnya jika diterima. Jadi aku balik ke Pekanbaru karena gak ada perkiraan waktu yang jelas soal pengumumannya. Hingga beberapa hari setelah itu, pada tanggal 8 Mei 2018, aku menerima undangan training NOR. Kaget banget dong, baru juga nyampe di Pekanbaru, udah disuruh balik ke Jakarta lagi. Duit keluar lagi dah. Haha Agak berat memang, tapi bos besar bilang lanjut aja. Ya.. akhirnya beli tiket untuk tanggal 11 Mei malam karena training NOR ini aku dapat jadwalnya tanggal 12 Mei dan bertempat di ruangan 107 LPPI sesi siang.

NOR? Apaan tuh?


Nah, NOR merupakan akronim dari Nilai-Nilai Keolahragaan. NOR adalah salah satu proses pelatihan kepada calon Volunteer Asian Games yang ditujukan untuk menanamkan nilai-nilai keolahragaan. Namanya aja event olahraga terbesar se-Asia, kan. Pelatihan NOR ini masih dilaksanakan di LPPI juga dalam rentang waktu 7 Mei hingga 15 Mei 2018.

Aku sampai di Jakarta malam-malam, tanggal 11 Mei dan nge-Grab dah mahal-mahal dan malam-malam dari CGK ke dekat Palmerah. Nyampe-nyampe langsung tepar dan istirahat dengan damai.

Besoknya adalah hari untuk training NOR. Setelah mengetahui sedikit seluk beluk perjalanan menuju LPPI dari Psikotes kemarin, aku berangkat sedikit santai. Ditambah Jakarta saat hari sabtu masih lumayan renggang… macetnya.

Sampai di LPPI, aku langsung mencari ruangan 107 dan sama seperti Psikotes kemarin, sambil menunggu, aku basa-basi (i’m sorry!) kenalan sama beberapa orang yang, maaf banget, aku udah lupa lagi. Huhu. Tapi seingat aku waktu itu agak sedingin ngaret karena sesi sebelumnya masih belum kelar. Jadi kalau mau makan dipersilahkan sama mereka. Tapi jangan sampai telat. I’m like.. okay. Ga ada waktu pasti, ngebolehin kami pergi makan, tapi jangan sampai telat? L Akhirnya ya aku sendiri ga makan dan cuma beli roti dan susu di Alfa*midi di seberang LPPI.

Diajarin apa aja?


Sekitar sejam setelah itu, akhirnya kami dipersilahkan masuk ruangan dan pelatihan pun dimulai. Dalam pelatihan NOR, pastinya kami diajarkan mengenai dunia olahraga. Mulai dari sejarah olahraga, sejarah event olahraga, sejarah volunteering, sampai ke penjelasan mengenai banyak event olahraga yang ada di Dunia. Mulai dari Olimpiade sampai tingkat nasional yakni PON. Kami juga diajarkan badan-badan perolahragaan dunia. IOC, OCA, hingga tingkat nasional yakni KOI. Dikenalkan pada tokoh-tokoh olahraga dunia. Presiden IOC, OCA, sampai Ketua KOI. Karena mereka semua akan (telah) hadir di Asian Games 2018 nanti, baik Jakarta maupun Palembang. Jadi kami Volunteer dituntut untuk mengetahui siapa-siapa saja tamu VVIP tersebut.

Kami juga diperkenalkan pada dunia volunteering event olahraga. Seperti kisah-kisah para volunteer pada Olimpiade London. Secara keseluruhan, ada banyak hal mengenai dunia keolahragaan yang kami dapatkan pada saat itu.

Pada training tersebut, kami juga diberikan merchandise seperti buku dan pena NOR Asian Games dan modul pelatihan. Snack dan air mineral pastinya juga ga ketinggalan dan Sertifikat Training NOR.

Sertifikat, Modul, dan Alat Tulis

Pulang!


Akhirnya sorean, sekitar jam 5-an pelatihannya selesai. Dan kami diperbolehkan pulang dengan seluruh ilmu yang didapatkan. Hehe. Mungkin aku belum ceritakan ini saat edisi ketiga kemarin, tapi pulang dari kegiatan kaya gini di Jakarta itu menguji kesabaran sekali. Selain jam pulang kantor, ratusan bahkan mungkin ribuan Volunteer lainnya yang juga NOR itu pulang berbarengan dalam satu waktu. Aku yang nge-Grab akhirnya memutuskan pakai Grabcar karena Peak Hour gitu harga Grabbike dan Grabcar beda tipis. Ditambah udah lelah banget, bisa istirahat bentarlah gitu di mobil. Lalu setelah akhirnya sampai…

-to be continued.


Part three : http://mhafiz.web.id/2019/01/volunteer-lyfe-part-three/

Part five : http://mhafiz.web.id/2019/03/volunteer-lyfe-part-five/


 

Leave a Reply