Volunteer Lyfe part three: Psikotes

Another week has passed! It’s time for the next part of Volunteer Lyfe. Please give some feedback such as comment or via the contact page. I’m open for any kind of feedback.

Psikotes


Setelah berangkat jauh-jauh dari satu kota ke kota lainnya, akhirnya sampai di Ibukota dengan …

Alhamdulillah!

Nah, begitu sampai langsung ke tempat Pak Cik (Adik Papa aku) dan basa-basi keluarga, serta tidak lupa survey lokasi… via Google Maps. Hehe. Ibukota memang tidak senikmat kota-kota lain dalam segi transportasi. Jadi kemana-mana itu malesin, karena selain macet, waktu itu lagi musim panas dan kalau nge-Grab itu bisa menyebabkan pusing, mata berkunang-kunang, bokong badan pegal-pegal, bahkan emosi (bagi pendatang kaya aku yang gak terbiasa dengan macet). Tapi untuk transportasi Publik, memang lebih baik dari Pekanbaru ya pasti. Nunggu busway juga ga lama banget kaya di Pekanbaru. Jadi ada sih jalannya, ternyata aku-nya aja yang pemalas. Hahaha.

Untuk lokasi Psikotes itu, seperti yang ada di SMS yang aku share di part sebelumnya, yaitu di Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Kemang, Jakarta Selatan. Sebenarnya, rangkaian Psikotes itu dibagi menjadi beberapa hari sejak akhir April hingga awal Mei. Selain itu, dalam satu hari pelaksanaan kegiatan Psikotes itu ada dibagi menjadi 2 sesi, yakni Pagi dan Siang. Aku dapat di tanggal 2 Mei 2018 dan sesi siang kala itu, ruangan 311.

Pagi itu, karena dapat sesi 2, aku siapin peralatan tulis dan pakaian buat siangnya. Disana juga disaranin sama Pak Cik, kalau di Jakarta itu mau pergi maksimal banget 1 jam sebelum waktunya udah di jalan. Waktu itu karena di jadwal jam 12:30, aku berangkat jam 11:00. Pertimbangannya pastinya lalu lintas ibukota yang gila, kedua karena aku ga familiar dengan lokasi tes-nya. Jadi sisa waktu yang ada aku gunakan untuk survei disana seperti nyari ruangannya.

Setelah tau ruangannya dimana, aku stay disana dulu dan kenalan dengan beberapa calon volunteer lain yang—maaf banget— aku udah lupa lagi. Hehe. Sebenarnya kenalan-kenalan disana emang tujuannya supaya ga kesepian dan bosan aja. Jahat sih, tapi daripada mainin HP mulu ya. Kali aja ada yang bener-bener lanjut pertemanannya (tapi bukan aku pastinya, soalnya udah lupa hehe).

Untuk pelaksanaan Psikotesnya, kurang lebih sama dengan psikotes lainnya. Hanya di awal kami diminta mengisi formulir khusus gitu dan ditanyakan ulang beberapa hal yang ada di formulir administrasi online sebelumnya. Sekitar setengah dari sesi siang dihabiskan dengan Psikotes. Hingga selesai, kami kemudian dalam satu ruangan dibagi menjadi dua grup dan ternyata diadakan Focus Group Discussion (FGD). Dalam diskusi tersebut, kami diminta memperkenalkan diri menggunakan bahasa inggris serta mendiskusikan beberapa isu yang diminta oleh moderator diskusi. Namun karena keterbatasan waktu, diskusi tidak berjalan cukup panjang sih. FGD selesai sekitar maghrib menjelang dan akhirnya kami diperbolehkan pulang!

–tbc


Part two : http://mhafiz.web.id/2019/01/volunteer-lyfe-part-two/
Part four : http://mhafiz.web.id/2019/01/volunteer-lyfe-part-four/


 

Leave a Reply