Volunteer Lyfe part two: Dinamika Pendaftaran

I wrote it in some kind of FAQ style, so that you can easily understand each part. Enjoy and please comment below with your feedback about the writing. That will be useful for me. Thank you!

Gimana sih daftarnya dulu, Fiz?


Halaman pendaftaran akun di volunteer.asiangames2018.id

Pertanyaan yang paling sering ditanyain nih. Jadi… setelah merelakan dua mata kuliah untuk mengurus SKCK dan Alhamdulillah banget, SKCK-nya bisa selesai dihari yang sama (padahal kalau dulu-dulu itu nunggu sehari dulu, loh!). Akhirnya dimalam itu juga, aku melipir ke halaman volunteer.asiangames2018.id (Situsnya udah gak aktif lagi). Ternyata oh ternyata, aku udah ada akun disana dari Januari 2018 dan ga pernah login lagi untuk ngisi karena aku cuekin. Haha Akhirnya login lagi dan disana ada banyaakkkk hal yang harus diisi dan di-upload juga. Informasi pribadi dan banyak hal-hal lainnya ditanyakan serta diminta saat mengisi informasi akun. Karena ternyata masih kurang pas photo dan photo full-body akhirnya masih belum di-submit deh malamnya. Besoknya foto dulu deh dan malamnya baru lanjutin isi form-nya.

Click-click, scroll-scroll, type-type, more click, and sent! Malam itu akhirnya selesai rangkaian dinamika pendaftaran administrasi. Tinggal tidur dan menunggu keajaiban deh, soalnya selain daftar yang mepet banget sama deadline (yang padahal ga ada pengaruhnya sama sekali), aku juga pesimis karena ini dibuka untuk umum di seluruh Indonesia dan bahkan dari luar negeri juga dipersilahkan, loh!

Pembagian tugas, penempatan, dan penginapan?


Di situs itu juga salah satunya ditanyain mau ditempatkan dimana dan divisi apa. Untuk lebih jelas silahkan lihat gambar ini:

Intinya sih, NOC dan PA itu adalah yang akan melayani para VIP dan VVIP. Karena belum ada ijazah S1, aku cuma bisa di LO deh. Dan dalam LO itu ada banyak department yang dibuka dan kita dibolehkan memilih 3 department. Aku agak lupa juga sih milih apa aja waktu itu, tapi seingat aku sih Athlete Village, Communication, dan Media & PR. Selain ketiga itu ada yang lain seperti Catering, Transportation, Broadcast, HR&V, Government Relation, dan lainnya.

Sedikit penjelasan aja sih, Athlete Village itu pastinya kerja di Wisma Atlet, tupoksi kerja secara detailnya aku kurang tau juga sih ya. Sedangkan Communication, mereka ini yang terdepan dalam pemberian informasi nantinya, baik sosial media maupun website. Kalau dari aku perhatiin kemarin, Communication itu tersebar di seluruh sudut kegiatan dan dokumentasiin kegiatan untuk kemudian dilaporin ke atasannya gitu. Aku milih Communication sih karena relevansi dengan jurusan kuliah aja waktu itu, dengan harapan peluang diterima semakin besar. Hehe Terakhir, Media & PR itu bertugas memberikan pelayanan kepada media yang hadir dan meliput perhelatan akbar ini. Ini juga karena masih ada relevansinya dengan jurusan kuliah. Terus aku diterima dimana? Baca terus Volunteer Lyfe berikutnya ya supaya tau! Hehe

Kedua soal penempatan tadi nih, kita diperbolehkan untuk memilih lokasi volunteering kita nantinya. Ada dua lokasi yang ditawarkan pastinya: Jakarta dan Palembang. Aku milih Jakarta nih. Ini juga banyak menjadi pertanyaan teman-teman aku. Haha

“Asian Games kan Jakarta Palembang, pis? Kau milih mana?”
“Aku milih Jakarta”
“Ha? kok Jakarta? Dekatlah Palembang lagi, mahal tiket ke Jakarta daripada Palembang gak?”

Jadi begini guys, Palembang emang lebih dekat sih ke Pekanbaru, tapi pertimbangan utama aku itu adalah ini kegiatan kerelawanan. Penginapan, makan, transport itu tidak ditanggung (tapi nanti tetap ada penggantian loh, lebih jelas di part selanjutnya ya! hehe), sedangkan di Palembang itu aku ga ada keluarga satupun. Jadi segala rangkaian test, pelatihan, sampai kegiatan nanti itu ditanggung sendiri. Di Jakarta, kebetulan banget ada Adik Papa aku yang baik banget (THANK YOU, PAK CIK!) dan ngebolehin aku nginap bareng dia dong. Makanya aku lebih milih di Jakarta dari Palembang. Eh tapi ternyata ada Twist yang terjadi, apa itu? Di part-part selanjutnya juga! Haha

Terus selesai daftar, ngapain?


Ga ada. Literally nothing. Cuma nungguin pengumuman. Buat sebagian orang mungkin meresahkan sih ini, tapi buat aku yang udah biasa nungguin doi yang tak kunjung datang mah kaya ginian itu kecil. Haha Tapi beneran nih, hampir sebulan lebih tanpa kabar dan itu emang meresahkan sih. Sampai akhirnya, sekitar akhir bulan April 2018, i received the long-awaited message on my phone! Dan tau ga rasanya gimana? Rasanya itu kaya kamu udah nahan pipis yang lama banget dan akhirnya nemu toilet, terus pipis. Heavenly banget dah pokoknya! Awalnya emang senang sih, tapi akhirnya bingung sendiri. Pertama pastinya soal validitas informasi. Sempat kepikiran nih, bener ga sih ini ya? Kalau dibaca sih kayanya isi pesannya itu emang udah padat dan informatif, hampir ga mungkin hoax deh. Tapi aku tetap harus pastikan dong karena aku bakal ke Jakarta and it cost money. Akhirnya tanya sana sini deh dan confirmed.

Masuk deh kebingungan kedua, yaitu money tadi. Sesuai namanya, ini kegiatan kerelawanan dan ga dibiayain kan. Nambah bingung lagi karena itu H-4 Psikotestnya. Tiket pesawat ke Jakarta makin dekat harinya makin mahal dong, akhirnya mengadu ke Papi Mami soal ini dan sepakat deh langsung beli tiket malam itu juga demi mencegah kenaikan harga lagi. H-2 aku mulai siapin semua syarat-syarat yang diminta untuk Psikotest, packing pakaian dan barang-barang, and ready to rock and roll!

–tbc

Leave a Reply