Volunteer Lyfe part five: General Training

Wah, wah, wah! Udah sebulan lebih menghilang tanpa memberi kabar nih. Jadi teman-teman, server website ini sempat bermasalah gitu dan website ini harus mati selama dua mingguan lebih. Ditambah lagi kehidupan percintaan perkuliahan yang cukup menguras waktu dan tenaga. Sekarang akhirnya ada waktu untuk nulis lagi disini dan berbagi kelanjutan kisah kerelawanan aku nih. Setelah kemarin kita bercerita banyak mengenai nilai-nilai keolahragaan, kini aku akan ngebahas kelanjutannya yakni General Training.

Pelatihan nilai-nilai keolahragaan dilaksanakan saat 12 Mei 2018, kan? Nah, seharusnya General Training itu dilaksanakan sekitar seminggu setelah itu. Namun karena hal-hal yang kami juga tidak kami ketahui kenapa, baru dilaksanakan pada 25-31 Mei 2018. Seperti biasa, pengumuman diberitahukan lewat e-mail kepada para relawan. Untuk General Training atau GT ini dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Jakarta dari pukul 08:00 sampai dengan 17:00 WIB.  Kegiatannya dilaksanakan mulai tanggal 25 Mei kan? Aku dapat pengumumannya baru pada tanggal 25 Mei itu dong dan dapat jadwal pada tanggal 29 Mei 2018. Panik ga tuh? Haha Tiket pesawat makin dekat harinya, makin mahal dong. Akhirnya setelah diberikan restu oleh Menteri Kuangan, aku beli tiket untuk tanggal 27 Mei 2018, jadi bisa istirahat dulu satu hari.

Bulan puasa, terus ini kegiatan seharian. Di Jakarta, aku harus bangun lebih cepat untuk sahur karena beda waktu subuhnya dengan di Pekanbaru kan. Kalau di Pekanbaru sih, habis sahur biasanya langsung ‘ngebo’ lagi. Hehe. Tapi disini pastinya ga bisa dong, akhirnya kelar subuh nunggu sampe jam setengah tujuh dan beres-beres. Jam tujuh pas berangkat pakai Grab ke UMJ. Bayangin aja sih, di bulan puasa ini harus bersabar dengan kemacetan Jakarta yang ga biasa aku hadapin, padahal itu tanggal merah deh. Tapi ya… akhirnya nyampe tepat waktu, jam delapan udah disana.

Aku kebagian kelas di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UMJ kelas 205. Begitu nyampe, karena udah jam delapan, aku langsung nyari kelasnya dimana. Untung ada informasi yang jelas sih soal lokasi-lokasinya. Aku kira sih aku bakalan telat karena jam delapan baru disana. Ternyata, aku harusnya tau kalau jam karet Indonesia itu berlaku dimana saja, karena kelasnya kosong! Aku ternyata yang pertama datang di kelas J Nunggu lagi dah sampe sekitaran sejam gitu, terus harus nunggu trainernya juga. Mulai sekitar jam sembilan juga pada akhirnya.

Jadi kami diberikan materi pelajaran hari ini dan beberapa training kit lainnya, ada merchandisenya juga. Pada GT ini, ada 4 pelajaran yang diberikan kepada kami: Communication Skill, Interpersonal Skill, Etiket, dan Pariwisata & Budaya. Pelajaran pertama itu adalah Communication Skill. Sayangnya… catatan aku hilang untuk General Training ini, jadi aku ga inget juga nama-nama trainernya. Trainer Communication Skill ini adalah trainer paling keren sih menurut aku. Engagement ke audiencenya keren, presentasinya keren, dan materinya jelas. Disini kami diajarkan bagaimana berkomunikasi yang baik dengan para tamu dan pengunjung nantinya. Bagaimana mengatasi batasan-batasan komunikasi yang PASTI akan terjadi karena perbedaan bahasa.

Lalu pelajaran kedua adalah Interpersonal Skill, yang pada dasarnya mengajarkan kami bagaimana membangun kedekatan personal dengan tamu yang akan kami damping nantinya. Bagaimana agar tetap menjaga profesionalitas namun tidak terlalu kaku. Dan yang paling penting, kami ditekankan untuk tahu bersikap saat mendampingi atlet yang kalah saat bertanding. Ketiga, pelajaran Etiket yang kurang lebih sama dengan pelajaran kedua, namun lebih menekankan pada etika dan moral. Dan terakhir adalah pelajaran Pariwisata dan Budaya. Salah satu yang paling penting nih. Dengan banyaknya pengunjung dari luar daerah atau bahkan luar negeri, mereka pasti akan menanyakan lokasi-lokasi rekomendasi seperti hiburan dan kuliner. Untuk itu kami diwajibkan untuk mampu memberikan rekomendasi dan penjelasan terkait dengan wisata dan budaya lokal yakni budaya Betawi untuk yang bertugas di Jakarta dan Sunda untuk yang bertugas di Jawa Barat.

Selama pelatihan kami tidak disuguhkan snack tentu saja karena bulan puasa. Hehe. Tapi untuk relawan yang tidak berpuasa, tetap diberikan makan siang dan snack kok kalau ingin makan duluan. Sedangkan yang berpuasa, baru diberikan makanan saat menjelang maghrib. Pelatihan memang dikebut agar tetap selesai pada jam lima dan pada akhirnya emang selesai tepat waktu. Namun kami tetap harus menunggu sertifikat, pembagian makanan, dan lainnya. Beberapa relawan sih memutuskan untuk berbuka dahulu disana. Aku? Ga sanggup lagi, pulang duluan begitu dapet sertifikat. Udah lemas banget soalnya, tapi karena perjalanan yang lumayan memakan waktu, akhirnya buka puasa di mobil.

Besoknya aku langsung balik ke Pekanbaru lagi dan diminta menunggu kabar untuk Job Specific Training (JST), yang akan diceritakan pada edisi berikutnya! Sampai ketemu pada edisi selanjutnya!


part four : http://mhafiz.web.id/2019/01/volunteer-lyfe-part-four/


 

Leave a Reply